Kamis, 12 April 2012

Penggunaan Handphone di Sekolah




            Handphone atau alat komunikasi tanpa kabel sekarang sudah tak asing lagi diberbagai kalangan, terutama remaja yang masih menginjak di bangku sekolah. Apalagi di Sekolah Menengah Atas, karena tugas-tugas yang diberikan guru menuntut mereka untuk melihat dunia lebih luas lagi dengan jangkauan dan akses yang mudah untuk menggunakannya. Selain memang mudah untuk digunakan dalam berbagai keperluan, juga sebagai syarat anak gaul bagi remaja dikalangan anak SMA-SMA dewasa sekarang ini. Apalagi dengan munculnya handphone yang berbasis smartphone yang didalamnya terdapat berbagai fitur canggih untuk mengakses segala keperluan dan gaya hidup penggunanya.



             Di samping banyak manfaatnya, ada pula kerugiannya. Misalnya: Lebih konsentrasi pada handphone ketika ada seorang teman mengajak berbicara, tidak fokus di kelas, ketergantungan terhadap handphone  (hpholic), mengurangi perhatian kita kepada guru ketika belajar sehingga tidak fokus dalam menerima pengajaran yang diberikan guru,  malas mencatat di buku karena bisa mengetik catatan sekilas di handphone.
Tetapi handphone pula dapat menghilangkan badmood atau bosan ketika guru tidak masuk atau berhalangan untuk hadir di kelas, seperti mengerjakan tugas dibarengi dengan mendengarkan musik             atau pun sambil sms-an dengan teman diluar sana. Asal dengan catatan pula, tugas yang diberikan guru harus selesai.
Jadi, penggunaan handphone di sekolah terutama saat belajar di kelas lebih baik digunakan pada tempat dan waktu yang semestinya, pergunakan handphone pula ketika dibutuhkan saja, jangan menjadi hpholic.

Leave a Reply

 
 

Followers

Penulis

Foto saya
Bandung/Jawa Barat, Indonesia
M.I.T (Mansaba Idea Team) sebuah tim yang dibentuk untuk sebuah perlombaan blog terkreatif yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia.