Kamis, 19 April 2012

REMAJA GALAU TEKNOLOGI,.. TIDAK LAH YAUU.. WW


by Tia Damayanti
Bismillah,
Assalamu’alaikum Wr. Wb,
Sebagai pembuka saat kita bertemu, kerap satu pertanyaan ini yang diutarakan,”Apa kabarmu hari ini sahabatku?”. Dan serta merta beberapa diantaranya menjawab,” Alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!!”.  Subhanallah,.. jawaban penyemangat yang juga menyemangati hari-hari yang sedang dijalani. Sisi lain, pertanyaan canda para remaja yang sedang booming kini tak luput kerap menyapa saat bertemu dengan wajah-wajah yang tidak terdefinisikan (hhe,.. semacam  wajah penuh masalah getooh,..), “Gimana,.. kenapa galau begini? Apa yang membuatmu galau? Hah,.. galau??.. “
            Hhmmm,.. mungkin menjadi galau, saat mau telepon ternyata handphone habis pulsa. Jangankan buat telepon, sms pun ka gak’ bisa. Saat uang bekal dari orang tua kian menipis dan habis, galau juga.. saat menerima hasil ulangan dengan perolehan nilai kecil, galau.. apalagi saat dicuekin atau bermasalah sama someone special, wuihh.. galau banget. Jangan-jangan jadi generasi galau ntar, kalau dikit-dikit  galau.. jangan dech ya. Remaja kan generasi penuh harapan, yang mantap menatap masa depan gemilang dan sadar akan tujuan hidup mau apa dan akan kemana kelak. Okay,.. siip .
Sahabat, era sekarang memang menuntut kita cepat dan tepat dalam menyelesaikan permasalahan.  Seiring dengan itulah, berbagai produk teknologi dibuat oleh manusia termasuk juga teknologi informasi yang pesat sekali perkembangannya. Berbagai merk dan model terus dikembangkan dan diproduksi. Dari sisi informasi, apa yang sedang kita alami sekarang, dengan mudah beritanya sampai ke ortu kita, cukup dengan menggunakan ponsel, telpon langsung atau sms. Para orang tua pun tentram dan tenang jika mendengar kabar baik dari anak-anaknya.  
Belum lagi banyaknya jejaring sosial di internet, memudahkan akses komunikasi informasi menembus batas ruang dan waktu. Dimana dan kapanpun kita jika sudah berada di depan komputer dengan terhubungkan internet, cukup menyentuh merangkai kata dan kalimat saja lalu mempostingkannya, maka tersebarlah informasi kita. Berbeda halnya dengan dulu yang mesti menunggu beberapa minggu kemudian untuk sebuah surat yang kita layangkan bisa sampai ke tujuan.
Jadi, .. Remaja galau teknologi? Hmm, … tidak lah yauu..ww. Di sekolah pun kini para remaja seusia SMP dan SMA telah memperoleh pembelajaran TIK, yaitu Teknologi Informasi dan Komunikasi. Setidaknya ilmu dan pemahaman yang diperoleh cukup dapat mewakili para remaja untuk mendapatkan informasi awal tentang pengetahuan dasar dan ketrampilan seputar teknologi informasi dan komunikasi. Remaja di tingkat SMA, SMK atau MA telah juga dibekali pengetahuan tentang perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan informasi baik berupa perangkat pengolah kata, pengolah angka, maupun pembuat grafis dan pembuat presentasi.  Seiring dengan itu, praktek langsung pun menjadi bagian yang menyenangkan bagi siswa remaja dalam pembelajaran TIK ini. Di kelas X bertemu dengan Ms Word, di kelas XI bertemu dengan Ms Exel dan Internet, dan di kelas XII bertemu dengan Corel Draw dan Ms Power Point. Tugas-tugas terkait menjadi lalapan sehari-hari yang tidak menyisakan kegalauan. Tugas-tugas dari guru yang kejar mengejar boro-boro bikin galau,.. karena jika lalai dan lambat alias lelet karena kebingungan dan ga’ mau nanya-nanya ke guruatau teman bagaimana solusinya, udah dech bakalan numpuk di akhir.. kita sendiri kan yang rugi entarnya..
 Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam pengunaan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan aspek afektif yang terus senantiasa ditanamkan disamping juga dalam hal menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Penyelewengan dalam hal ini kita mendengar berita hangat menjadi perbincangan publik, yaitu bagaimana maraknya plagiat, hal yang tidak sepatutnya kita tiru. Sisi lain, menjadi dampak negatif dari pesatnya teknologi ini yaitu menjadikan “malas” Karena kecanduan mengkonsumsi materi2 yang melenakan atau tidak layak, seperti games, materi yang bermuatan seks atau tawaran seks, kekerasan, dll.

Teknologi hendaknya tidak membuat kita merasa cukup hanya sebagai “user” untuk memperoleh informasi saja. Namun juga perlu dikembangkan upaya untuk menciptakan informasi, menjadi sumber informasi.  Maka dengan demikian mereka akan menjadi produsen informasi, dari tulisan-tulisan yang mereka buat. Seperti halnya anak-anak KIR MAN 1 Kota Bandung ini yang membuat blog khusus terkait hal tersebut. Jika pun sampai terinspirasi perubahan ke arah kebaikan yang diridhoi oleh Allah SWT, bukankah itu akan menjadi tabungan amal jariah kita kelak?

Remaja galau teknologi,…?.. akan tergerus oleh peradaban. Hmm,.. jauh amat sampai ngomongin peradaban segala, ya.. Jadi teringat sejarah peradaban saat peradaban Islam menggenggam dunia. Tahukah sahabat,.. bahwasanya Abu Raihan Al-Biruni merupakan ilmuwan pertama yang menemukan alat astrolabe mekanik pertama untuk menentukan kalender bulan-matahari.  Beliau juga menemukan peralatan astronomi yang menggunakan prinsip komputer analog yang dikenal sebagai Planisphere – sebuah astrolabe peta bintang.
Peta bumi, menurut Al-Biruni

Pada tahun 1015, astronom dari Andalusiaatau Spanyol bernama Abu Ishaq Ibrahim Al-Zarqali berhasil menemukan Equatorium yaitu alat penghitung bintang. Peralatan komputer analog Saphaea juga ditemukannya. Inilah astrolabe pertama universal latitude-independent. Astrolabe itu ga’ tergantung pada garis lintang pengamatnya dan bisa digunakan di manapun di seluruh dunia.
(sumber: republika.co.id (10/3/012)

Sains dan teknologi terus berkembang hingga abad 15, dan para penemu pun mengukir prestasi yang akan terus dikenang dan menginspirasi penemuan2 berikutnya hingga kini.

Mengenang sejarah ga’ bermakna kita tenggelam pada masa lalu, namun ini hendaknya bisa dijadikan inspirasi prestasi kita ke depan. Sebagaimana dijelaskan kemudian, bahwasanya berkembangnya ilmu pengetahuan serta teknologi di dunia Islam telah membuat para pemikir Barat berdecak kagum. “Pencapaian terpenting di abad pertengahan adalah terciptanya semangat eksperimental yang dikembangkan peradaban Muslim,” tutur Bapak  Sejarah Sains, George Sarton dalam bukunya The Introduction to the History of Science. (sumber: republika.co.id (10/3/2012)

So,.. Remaja Galau Teknologi,.. ?  Tidaklah lah yauu..ww.  Saatnya, kini remaja menyadari potensinya sebagai generasi pencetak perubahan, menggunakan masa mudanya sebelum masa tua menjelang. Ayo sambut peradaban gemilang ke depan, karena roda perubahan terus bergulir dan akan terus bergulir. Hidup ini hanya sebentar saja kawan,.. jangan sia-siakan usia kita. GAMBATTE KUDASAI..!! 

Semoga menginspirasi perubahan ke arah kebaikan,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam hangat, sahabatku..






Leave a Reply

 
 

Followers

Penulis

Foto saya
Bandung/Jawa Barat, Indonesia
M.I.T (Mansaba Idea Team) sebuah tim yang dibentuk untuk sebuah perlombaan blog terkreatif yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia.