Senin, 25 Juni 2012

Yang Lain Berprestasi, Kenapa Aku Engga?

by Farhany Fithriyah (XI-IPA RMBI)

Muda dan Berpretasi. Yah, siapa yang tidak ingin menjadi seseorang yang berprestasi saat masih muda? Mungkin hanya segelintir orang yang tidak mempunyai tujuan hidup yang tidak ingin dipenuhi oleh segudang prestasi, baik dalam bidang akademik atau pun non-akademik. 
Banyak pemuda-pemudi di Indonesia dalam usianya nya yang masih terpaut muda mampu berprestasi. Tapi bagaikan sebuah tembok yang saling berlawanan, pemuda-pemudi yang berprestasi biasanya dari kalangan atas, atau dari sekolah-sekolah elit yang sejak awal memang dicetak untuk menjadi seseorang yang "berprestasi". Bukan berarti seseorang yang berasal dari kalangan tertentu saja yang berhak berprestasi di negri ini, bahkan sekarang banyak sekali pemuda-pemudi di seluruh pelosok negri ini yang bukan berasal dari sekolah elit mampu terbang hingga dunia Internasional karena karya-karya mereka. Sering kali kita sebagai seseorang yang belum pernah mencetak sebuah prestasi biasanya mengalami krisis PD (percaya diri) atau yang lebih sering dikenal dengan minder. Apalagi orang-orang disekitar kita merupakan orang-orang yang hebat dan acap kali membuat nyali,semangat dan jiwa kita menciut seperti balon yang hendak ditiup namun bocor.
Masalah krisis kepercayaan diri (krisis PD) seringkali menjadi salah satu masalah klasik yang dialami oleh sebagian orang. Meski kelihatannya sederhana, namun jika dibiarkan berlama-lama, krisis PD bisa jadi bumerang tersendiri. Salah satunya, potensi yang ada dalam diri kita akan terhambat sehingga kita lebih sulit untuk menjadi orang yang berprestasi ketika masih muda. Ada beberapa mindset kita sendiri yang dapat menyebabkan kita tidak percaya diri, seperti takut akan salah sehingga kita tidak berani untuk mencoba, selalu terpengaruh dengan pendapat orang lain. Kita seringkali terpengaruh dengan pendapat orang lain. Sayangnya, tidak semua pendapat itu benar. Pendapat atau masukan dari luar boleh saja kita tampung. Tugas kita adalah *mengolahnya*, sekaligus untuk evaluasi diri.
Singkat kata, hilangkan jauh-jauh rasa minder dalam diri kita. Kita tidak perlu resah dengan kekurangan yang ada. Jika ada melakukan kesalahan, tinggal perbaiki kesalahan yang kita buat, dan jadikan kesalahan itu sebagai pengalaman.

The last but not least... 
Selalu perkaya diri kita dengan ilmu. Karena dengan memiliki banyak ilmu,  otomatis kekurangan kita dalam hal lain bisa tertutupi oleh kelebihan lain yang kita miliki!
Kita, begitu banyak orang yang tidak menyadari 'sleeping giant' dalam dirinya. Potensi dahsyat dan besar yang acapkali diabaikan oleh alam pikirannya sendiri, yaitu perasaan minder!
So, percaya dirilah! Agar semua potensi dahsyat yang kita miliki *keluar* dan tidak lagi terhambat! :-) sehingga kita mampu menjadi seseorang yang mudah berprestasi baik dalam sesuatu hal kecil yang dimulai dari diri sendiri atau pun sesuatu yang bermanfaat bagi khalayak banyak diluar sana.
Segudang prestasi sedang menunggumu! Jadi, tak usah minder dengan sesuatu yang kita miliki karena
Kita adalah RAJA dari pikiran  kita sendiri.
Oleh sebab itu usahakanlah selalu  berprasangka positif, dan hindari  pikiran negative.”

Leave a Reply

 
 

Followers

Penulis

Foto saya
Bandung/Jawa Barat, Indonesia
M.I.T (Mansaba Idea Team) sebuah tim yang dibentuk untuk sebuah perlombaan blog terkreatif yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia.